Kehidupan orang-orang dimasa lampau, memang selalu menjadi daya tarik untuk kita bahas. Mulai dari asal-usulnya, budayannya, kebiasaannya, peninggalannya, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, tak sedikit dari para arkeolog yang tertarik untuk menulusuri jejak peradabannya. Namun, dari beberapa hasil penemuannya masih ada yang belum mereka pecahkan, bahkan tak jarang terjadi kesimpang siuran informasi. Untuk mengetahui penemuan apa saja yang belum terpecahkan oleh para arkeolog, berikut ini akan saya sampaikan 3 peninggalan purbakala yang belum terpecahkan. Unfinished Obelisk Tugu raksasa setengah jadi ini, merupakan obelisk kuno yang terdapat ukiran-ukiran gambar dan tulisan. Peninggalan purbakala ini ditemukan didalam galian gurun yang terletak di Mesir bagian Utara. Dan sampai saat ini, obelisk tersebut masih belum dapat diketahui asal-usulnya. Longyou Grottoes Longyou Grottoes[…]

Seiring dengan perkembangan teknologi, manusia semakin mudah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa harus bersusah payah melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun siapa sangka, munculnya teknologi modern akan berdampak buruk pada lingkungan sekitar. Nah pada kesempatan kali ini, saya akan coba menyampaikan 4 dampak dari pencemaran air. Baca Juga : Menu Masakan Spicy Lezat Dengan Olahan Sederhana Banyak Organisme Air Yang Mati Polusi air akan memberikan dampak buruk bagi kehidupan organisme didalam air. Tak sedikit pabrik-pabrik kimia yang membuang limbahnya ke sungai atau lautan. Organisme air ini meliputi fitoplankton dan zooplankton, jika kedua plankton ini musnah maka akan berimbas kepada makhluk-makhluk air lainnya. Banyak Tumbuhan dan Binatang Air Yang Mati Mungkin ini adalah dari imbas polusi air, binatang dan tumbuhan merupakan[…]

Setelah masa penjajahan berakhir, Indonesia dapat dikatakan sebagai negara berkembang yang memiliki berbagai kemudahan. Meskipun belum semaju Singapura atau Jepang, setidaknya Indonesia tidak mengalami bencana kelaparan bertahun – tahun atau wabah yang mematikan ratusan ribu korban jiwa. Namun, keberkahan di Indonesia rupanya belum bisa dinikmati masyarakat Somalia. Cukup banyak hal yang membuat musibah kelaparan di negara ini semakin berkembang. Tidak hanya karena kekeringan panjang dan perang sipil, namun ada sekelompok militan Al-Shabab yang dulu melarang masuknya pertolongan asing dalam menyalurkan bantuan. Beruntung, pihak mereka sudah membantah dan mencabut larangan tersebut. Pada wilayah semi otonim Jubbaland, kasus korban meninggal akibat kelaparan somalia mencapai 26 jiwa selama 36 jam. Daerah Gedo juga menjadi salah satu titik paling parah berjatuhannya korban meninggal. Bagi[…]