Waktu ingin membangun rumah tentu Anda akan berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan jasa tukang bangunan yang berkualitas dan murah kalau bisa. Namun terkadang Anda akan kebingungan saat memercayakan pembangunan rumah kita kepada seseorang, apakah mesti menggunakan pemborong atau kontraktor. Sebagian orang berpendapat jika pembangunan rumah itu, termasuk rumah yang besar, maka lebih baik menggunakan jasa kontraktor, tetapi bila cuma rumah berukuran kecil saja, lebih hemat menggunakan jasa pemborong lantaran cenderung relatif murah.

Bagi Anda yang masih kebingungan dalam memilih jasa bangun rumah, apakah menggunakan pemborong atau kontraktor, berikut ini akan disajikan beberapa perbedaan beserta kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Jasa Pemborong Bangunan

Kekurangan :

  • Kurang paham membaca gambar kerja dari arsitek.
  • Tidak dapat memberikan solusi terbaik jika pemilik rumah menghendaki perubahan pada desain.
  • Pemilik rumah mesti sering-sering mengawasi jalannya pembangunan agar bila terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya, pemilik rumah dapat langsung menegurnya.
  • Tidak mempunyai pengawas khusus sehingga menyerahkan pada mandor yang terkadang kurang memahami segala hal pekerjaan.
  • Cadangan dananya minim sehingga saat pemilik rumah telat membayar maka pemborong secara sepihak suka segera menghentikan proyek.

Kelebihan :

  • Biaya lebih murah sebab mereka dapat dibayar melalui upah harian atau borongan kerja.
  • Memahami tahap-tahap pembangunan rumah menurut pengalaman.
  • Mengenal secara baik detail pelaksanaan konstruksi.
  • Cukup dapat diandalkan untuk bangunan rumah kelas menengah ke bawah.

Jasa Kontraktor Bangunan

Kekurangan :

  • Biaya lebih mahal.
  • Tidak bersedia mengerjakan proyek kecil sebab merasa keuntungannya tidak setara terhadap jasa yang dikeluarkannya.

Kelebihan :

  • Umumnya mempunyai arsitek khusus yang dapat membaca dan merubah gambar kerja saat berlangsungnya proyek.
  • Cadangan modalnya cukup besar sehingga keberlangsungan proyek tidak terganggu.
  • Memahami teknis konstruksi hingga taraf ¬†yang rumit serta kompleks sekalipun.
  • Mempunyai pengawas sendiri yang selalu mengontrol proyek yang sedang berjalan.
  • Pemilik rumah bisa bertanya segera kepada pengawas mengenai progress proyek waktu berada di tempat proyek.
  • Anda dapat menempuh ke jalur hukum bila pekerjaannya tidak sesuai dengan yang tertera dalam kesepakatan kontrak kerja.
  • Cukup dapat diandalkan untuk membangun rumah kelas menengah ke atas.

Baca Juga : 10 Tips Memilih Apartemen di Jakarta

Berdasarkan beberapa hal tersebut di atas, dalam memilih jasa bangun rumah bisa dikembalikan lagi kepada si pemilik rumah. Yang jelas harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan ukuran rumah yang akan dibangun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *