Setelah masa penjajahan berakhir, Indonesia dapat dikatakan sebagai negara berkembang yang memiliki berbagai kemudahan. Meskipun belum semaju Singapura atau Jepang, setidaknya Indonesia tidak mengalami bencana kelaparan bertahun – tahun atau wabah yang mematikan ratusan ribu korban jiwa.

Namun, keberkahan di Indonesia rupanya belum bisa dinikmati masyarakat Somalia. Cukup banyak hal yang membuat musibah kelaparan di negara ini semakin berkembang. Tidak hanya karena kekeringan panjang dan perang sipil, namun ada sekelompok militan Al-Shabab yang dulu melarang masuknya pertolongan asing dalam menyalurkan bantuan. Beruntung, pihak mereka sudah membantah dan mencabut larangan tersebut.

Pada wilayah semi otonim Jubbaland, kasus korban meninggal akibat kelaparan somalia mencapai 26 jiwa selama 36 jam. Daerah Gedo juga menjadi salah satu titik paling parah berjatuhannya korban meninggal.

Bagi warga yang mengungsi, penduduk asli daerah pengungsian memberikan beberapa bantuan seperti makanan dan minuman seadanya. Namun, karena jumlah pengungsi yang banyak, ditambah terorisme terus terjadi, maka kondisi Somalia tidak kunjung membaik.

Dukungan dari negara lain pun dirasa kurang. Bahkan pihak media pun belum bisa mengekspos berita terperinci tentang bagaimana kondisi masyarakat Somalia dan perkembangannya. Sejauh mana negara – negara lain membatu dan apa saja yang dibutuhkan oleh mereka.

Jadi, sebagai orang Indonesia yang masih berada dalam kondisi berkecukupan atau sederhana, sudah seharusnya kita membantu masyarakat Somalia dengan segenap keikhlasan. Contoh bantuan yang bisa dilakukan adalah dengan menggalang sedikit dana sebagai amal atau menabung untuk menyalurkan kurban ke Somalia.

Hal ini tentu akan menjadi harga berharga bagi mereka. Jika masyarakat Indonesia masih menganggap smartphone terbaru atau gadget lainnya sebagai kebahagiaan, sekedar memakan apa yang kita makan sehari – hari sudah bisa mencipa senyum di wajah anak – anak pengungsi yang bertubuh kurus kering itu.

Salah satu penyedia penyaluran bantuan dan amal warga Indonesia adalah Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang telah berhasil menyalurkan makanan, pakaian, bantuan dan daging kurban dengan konsep “Kapal Kemanusiaan”. Somalia merupakan salah satu negara yang menjadi titik focus penyaluran bantuan karena kondisinya yang memprihatinkan.

Jadi, sudah saatnya kita sebagai sesama manusia yang juga bisa merasakan lapar, sakit dan dahaga mulai mengetuk pintu hati dalam membagi keberkahan yang diberikan Tuhan. Sudah saatnya sedikit bantuan yang disalurkan masyarakat Indonesia bisa sampai ke tanah kering Somalia yang tertimpa bencana. Karena, berapapun yang kita berikan akan menjadi sangat bermakna bagi kelangsungan hidup mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *